Tampilkan postingan dengan label inspiring :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiring :). Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 November 2013
Kamis, 20 September 2012
1
Bismillah.
bertemu dengan 3 anak dari 3 pulau berbeda di Indonesia.
ketiga anak tesebut berkata jika ingin..
anak pertama : memakmurkan masjid di kampung halamannya
anak kedua : mendirikan pondok
anak ketiga : mendirikan rumah sakit.
:) subhanallah :)
bertemu dengan 3 anak dari 3 pulau berbeda di Indonesia.
ketiga anak tesebut berkata jika ingin..
anak pertama : memakmurkan masjid di kampung halamannya
anak kedua : mendirikan pondok
anak ketiga : mendirikan rumah sakit.
:) subhanallah :)
Senin, 10 September 2012
Anies Baswedan
Bismillah.
perkataan pak Anies Baswedan yang subhanallah. dari sini, utk lebih jelasnya klik fotonya.
Selasa, 04 September 2012
:) planning
Bismillah.
TQD: “Org yg telah menjual diri dan hartanya utk Allah, baginya tdk berhak mengorbankan diri dan hartanya itu di sembarang waktu dan amal sekehendaknya, tetapi ia harus dikorbankan pd waktu dan amal usaha yg telah ditentukan oleh Syari’at Islam. [...] Kita tidak boleh didorong oleh sentimen dan perasaan melulu, atau terburu2 ingin cepat memetik hasil serta buahnya. Lalu melakukan aktivitas, usaha2 dan pertarungan yg bersifat parsial, ketika mengorbankan jiwa dan harta tanpa membawa keuntungan dakwah yg nyata.” (Syaikh Musthafa Masyhur, dalam buku “Fiqh Dakwah”)
Ulasan :
Dengan demikian, semangat jihad harus dipimpin oleh akal sehat, bukan tindakan membabi buta tanpa perencanaan. Kalau ingin jadi mujahid, maka yang dicari bukan ‘asal mati’. Sebaliknya, jika memang membaktikan jiwa dan harta
di jalan Allah, maka ia harus menimbang2 kapan dan bagaimana kehidupan dan hartanya digunakan di jalan Allah. Justru karena kita ‘menjual jiwa dan harta’ kpd Allah, maka kita wajib membuat perhitungan yg sangat teliti.
Itulah dakwah yg jauh dari grasa-grusu dan sembarangan bertindak.
TQD: “Org yg telah menjual diri dan hartanya utk Allah, baginya tdk berhak mengorbankan diri dan hartanya itu di sembarang waktu dan amal sekehendaknya, tetapi ia harus dikorbankan pd waktu dan amal usaha yg telah ditentukan oleh Syari’at Islam. [...] Kita tidak boleh didorong oleh sentimen dan perasaan melulu, atau terburu2 ingin cepat memetik hasil serta buahnya. Lalu melakukan aktivitas, usaha2 dan pertarungan yg bersifat parsial, ketika mengorbankan jiwa dan harta tanpa membawa keuntungan dakwah yg nyata.” (Syaikh Musthafa Masyhur, dalam buku “Fiqh Dakwah”)
Ulasan :
Dengan demikian, semangat jihad harus dipimpin oleh akal sehat, bukan tindakan membabi buta tanpa perencanaan. Kalau ingin jadi mujahid, maka yang dicari bukan ‘asal mati’. Sebaliknya, jika memang membaktikan jiwa dan harta
di jalan Allah, maka ia harus menimbang2 kapan dan bagaimana kehidupan dan hartanya digunakan di jalan Allah. Justru karena kita ‘menjual jiwa dan harta’ kpd Allah, maka kita wajib membuat perhitungan yg sangat teliti.
Itulah dakwah yg jauh dari grasa-grusu dan sembarangan bertindak.
Oleh : Akmal Sjafril | @malakmalakmal
Sejarah
Assalaamu’alaikum wr. wb.
Tarbiyah Quote of the Day :
“Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2 jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai mereka dlm penjara.” (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian’ ini diketahui sbg sebuah taktik utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta’al al-Jabari dalam buku “Pembunuhan Hasan al-Banna”)
Ulasan :
Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini.
Pertama, kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg dipimpinnya.
Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota ‘keluarga’ itu tdk bisa menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita.
Ketiga, bahwa penjara telah menjadi ‘lembaga pendidikan’, bahkan menjadi salah satu ladang persemaian dakwah Al-Ikhwan.
Banyak tokoh2 yg ‘dibesarkan’ oleh penjara. Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad dipenjara oleh penguasa Mu’tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng oleh penjara.
Wassalaamu’alaikum wr. wb.
Akmal, ST., M.Pd.I.
Manajer Div. Workshop & Training
Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)
dari disini :)
Tarbiyah Quote of the Day :
“Apabila tuan2 membubarkan Ikhwanul Muslimin dan menangkap seluruh anggotanya, baik yg berada di Palestina maupun di Mesir, lalu mereka tuan2 jebloskan ke dlm penjara, maka tangkap pulalah saya bersama mereka, krn sayalah yg mendidik mereka sehingga menjadi demikian itu. Tuan2 boleh membunuh saya tanpa harus menangkap lebih dahulu, dan adalah haram bagiku hidup bebas sedangkan mereka berada dlm penjara. Biarkanlah saya menyertai mereka dlm penjara.” (Kata2 Hasan al-Banna kepada pejabat Mesir setelah PM Nuqrasyi Basya menyatakan Al-Ikhwan sbg organisasi terlarang dan para aktivisnya ditangkapi, kecuali Hasan al-Banna seorang. Kelak, strategi membiarkan Hasan al-Banna bebas sendirian’ ini diketahui sbg sebuah taktik utk menghabisi beliau. Cerita ini dikisahkan oleh Syaikh Abdul Muta’al al-Jabari dalam buku “Pembunuhan Hasan al-Banna”)
Ulasan :
Paling tidak ada 3 hal yg menonjol dari penggalan kisah ini.
Pertama, kepemimpinan Hasan al-Banna yang dapat dijadikan teladan. Beliau mencontohkan sikap pemimpin yg tdk berhenti memikirkan nasib orang2 yg dipimpinnya.
Kedua, kedekatan antara murabbi dan mutarabbi yg tdk ubahnya seperti sebuah keluarga sendiri, sehingga anggota ‘keluarga’ itu tdk bisa menikmati kebebasan jika ada anggota lainnya yg menderita.
Ketiga, bahwa penjara telah menjadi ‘lembaga pendidikan’, bahkan menjadi salah satu ladang persemaian dakwah Al-Ikhwan.
Banyak tokoh2 yg ‘dibesarkan’ oleh penjara. Nabi Yusuf as dipenjara kemudian menjadi bendaharawan Mesir, Imam Ahmad dipenjara oleh penguasa Mu’tazilah namun namanya abadi, Syaikh Ahmad Yassin disiksa di penjara Israel hingga lumpuh namun tidak menghalanginya menjadi pemimpin spiritual HAMAS, Sayyid Quthb dan Buya Hamka menuntaskan kitab tafsirnya di penjara. Dan, tentu saja, Syaikh Muhammad Mursi, Presiden Mesir yg baru saja terpilih, juga merupakan kader Al-Ikhwan yang telah digembleng oleh penjara.
Wassalaamu’alaikum wr. wb.
Akmal, ST., M.Pd.I.
Manajer Div. Workshop & Training
Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS)
dari disini :)
Sabtu, 18 Agustus 2012
1
The people who are trying to make the world worse are not taking a day off.
Bob Marley
dari : Izzah R.N.
Bob Marley
dari : Izzah R.N.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
