Sabtu, 29 September 2012

--" (iqra)

Bismillah.

tata : waktu itu relatif ya hani..
hani : dueng..ga ta..waktu itu bergerak terus..dinamis...jalan terus..

#mikir sambil naik qowiy (kuda kesayangan tata).. -.-" iya ya..

orang y sama di hari y sama..

hani : tahu ga kenapa kita harus hidup teratur ?
hani : (dijawab sendiri ama hani).. karena Rosul contohin seperti itu..
tata : manggut2..sesederhana itu ta.. (dalam hati)..

berutung banget ya punya saudara :) :) :) alhamdulillah.
berantem marah nangis benci sayang krn Allah :) insya Allah :)

Rabu, 26 September 2012

ibu yang mungkin sekarang sedang tidak enak makan

Bismillah.
ibu yang mungkin sekarang sedang tidak enak makan atau bahkan effek trauma skrng..
ketika mengetahui anaknya meninggal karena tawuran pelajaran


y jelas gue skrng ga enak hati banget..inget adik y juga masi SMA..
tawuran pelajaran... :( :( :(

pingin banget rasanya tanya y bawa sajam itu..
puk puk..adik apa disekolahnya ada rohis, apa ada mentoring ?
maaf ya dek..blm ngajak adek..

mentoring, halaqah,
membina sekaligus terbina..
membina krn pingin adik2 bisa jadi lebih baik,
dan terbina karena harus bisa jadi teladan, belajar buat ngementoringi, bisa merasakan
manusia langsung yang adik2 itu punya karakter macam2..
membaca dan belajar kehidupan langsung..hanya dari mentoring..

ayo adek dana..adek2 dimanapun adik berada..
kakak2 tunggu di sini..

Senin, 24 September 2012

Nasihat

Bismillah.

ikhwan : afwan..semoga lebih berhati2 lagi.. (bada tdk sengaja mengirim sms k ikhwan menggunakan emoticon)..astaghfirullah..

ikhwan : ukhti, tlg jika bisa, akwat jk menggunakan jaket atau jas almamater kerudungnya dikeluarkan..
(g berani bales..tapi insya Allah tata yakin krn ikhwan tsb memiliki pertimbangan sendiri dan itu merupakan suatu kepedulian k saudara2 perempuannya krn itu memberi nasihat seperti itu)

ibu : jika ada y menyakitin tata..dan tata sulit memaafkan..maka..anggap ada selembar kertas putih..kesalahan orang tsb hanyah SEBUAH TITIK..jangan fokus k titiknya..tapi fokus dan lihatlah pada BAGIAN YANG MASIH PUTIHNYA..ingat Allah saja Maha Memaafkan.

#astaghfirullah..

(akhwat ; perempuan) ikhwan : laki2

Sabtu, 22 September 2012

Bicara tentang hati dan pandangan

Bismillah.

Pelajaran bergharga hari ini ketika melihat seorang murobbi yang menangis karena membicarakan tentang menteenya yang dibinanya sejak kecil sampai sekarang,,

melihat seorang bapak yang bertanya detil tentang seorang anak padahal anaknya sangat ngatlah banyak..

melihat seorang ibu yang..sungguh hati tata berkata..apa ini cinta Ya Allah..
cinta krn Mu..
benci krn Mu..

Baru merasa untuk kesekian kalinya..
bahwa yang disebut cinta itu adalah memberikan yang terbaik
ya..memberikan yang terbaik..
memberikan yang terbaik..sepenuh hati..
dengan apapun mahar yang dimiliki..
jiwa, raga, fikriyah..

seluruhnya..

memberikan y terbaik untuk jundi..
memberikan y terbaik untuk qiyadah..
memberikan y terbaik untuk saudara..
memberikan y terbaik untuk amanah y dititpkan..
memberikan y terbaik untuk amanah ibu dan ayah..kuliah..
memberikan y terbaik di setiap detik kehidupan.
memberikan y terbaik untuk Allah Swt..

y terbaik.
itulah makna cinta.

Ya Allah..izinkanlah hamba bisa mencintai dengan sebaik2 cinta Ya Allah..karena engkau Ya Allah.

Kamis, 20 September 2012

Eksklusif ?

Bismillah.

Orang-orang di luaran sana sering mengatakan kita eksklusif. Begitukah? Mungkin benar, jika keadaannya seperti ini..

Masing-masing kita hadir rapat setiap harinya, menentukan program ini dan itu, membicarakan dakwah kesana kemari.. Masing-masing kita berkata, “harus ada 100 pejuang qur’an setiap tahunnya”, “harus ada 1000 kader terbina setiap tahunnya”, dan sebagainya. Tapi saat kita sibuk meng-agendakan hingar bingar dakwah itu, saat itu juga kita lupa mengulurkan tangan pada mad’u-mad’u kita.. Bahkan sekedar tersenyum dan mengucapkan salam keselamatan kepada mereka.

Pernahkah kau datang terlambat di kelas pagi itu, karena pukul enam kau harus rapat membicarakan agenda-agenda dakwah, dan selesai pada limit mendekati pukul 7? Saat kau datang terlambat dan semua orang menatapmu, dimana letak dakwah?

Pernahkah kau begitu sibuk dengan segala rutinitasmu di masjid, dengan ta’lim-ta’limmu, dengan ibadah-ibadah shunnahmu, dengan shalat fardhumu? Saat kau menyegerakan diri menuju masjid dan meninggalkan puluhan orang di belakangmu tanpa mengajak mereka ikut serta, dimana letak dakwah?

Pernahkah kau begitu sibuk mengurusi pembinaan pekanan pejuang qur’an, sampai-sampai kau sendiri lupa memperbaiki kualitas ilmu qur’anmu? Saat orang-orang di luar sana terbina namun teman-teman terdekatmu di prodi bahkan tak pernah kau tanyakan bacaan qur’annya, dimana letak dakwah?

Pernahkah kau bermimpi mentoring akan menjadi sesuatu yang wajib di kampus kita tercinta? Saat kau menyiapkan open recruitmen untuk para mentor, melaksanakan daurahnya, mengontrol keberjalanan mentoringnya, dan sementara itu kau sendiri pun bahkan tidak membina, dimana letak dakwah?

Pernahkah kau berkata muslim itu harus sabar? Saat kau merasa emosimu memuncak dan kau memperlihatkannya pada orang lain, dimana letak dakwah?
Dimana?!

Tentu saja mereka menyebutnya eksklusif. Karena kau tak pernah mengeluarkan dakwah itu dari dirimu. Kau pendam dakwah itu justru dengan segala ta’lim yang kau ikuti, justru dengan semua daurah yang kau laksanakan, justru dengan rapat dan apel yang kau lakukan setiap pagi!
Kau pernah merasa dirimu menghilang?

Ya, menghilang dari mad’u mu karena kau bilang, kau sibuk dengan agenda-agenda dakwah.
Dakwah macam apa yang kau maksud, jika kehadiranmu tak pernah terasa diantara mereka?!

Dakwah ini tidak bisa hanya dilakukan secara struktural.. Tapi ia harus dilaksanakan secara kultural.


Bagaimana kau membiasakan diri berada di antara mereka yang hidup penuh hedon dan kesenangan duniawi, lalu kau mengeluarkan mereka dari hal tersebut secara perlahan. Bukankah dakwah mengeluarkan dari kegelapan menuju cahaya?

Dakwah kultural adalah bagaimana kau tersenyum pada mereka, bersikap hangat, menanyakan kesehariannya, membantunya dari kesulitan, memberi perhatian pada mereka.. Kau, yang harus ada di samping mereka dan menguatkan diri untuk membimbing mereka. Tak cukup event-event islami, tak cukup majalah-majalah islami, tak cukup atribut-atribut keorganisasian.

Karena dakwah adalah bagaimana kau memperlihatkan islam lewat dirimu..
Bukan yang lain.

Ayolah, kamu bisa.

(astaghfirullah... ) tulisan teh titania disini

Terus !

Jangan kecil hati terhadap jumlah. Kita memang perlu jumlah orang yang banyak, namun yang lebih diperlukan lagi adalah orang-orang yang secara pribadi mampu untuk memikul tanggung jawab yang banyak. (teh linda studiyanti)

1

Bismillah.

bertemu dengan 3 anak dari 3 pulau berbeda di Indonesia.

ketiga anak tesebut berkata jika ingin..
anak pertama : memakmurkan masjid di kampung halamannya
anak kedua : mendirikan pondok
anak ketiga : mendirikan rumah sakit.

:) subhanallah :)